pemerintahan
11 January 2026
👁 29 kali dibaca
Wali Kota Jakarta Utara: Immigration Lounge Permudah Akses Layanan Keimigrasian Warga
Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyambut baik dibukanya Immigration Lounge Jakarta Utara di lantai 6 PIK Avenue Mall, Kamis (8/1). Ia menilai kehadiran layanan ini menjadi langkah nyata dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
“Dengan dibukanya Immigration Lounge ini, masyarakat Jakarta Utara kini memiliki alternatif layanan keimigrasian yang lebih mudah dijangkau, nyaman, dan efisien,” ujar Hendra Hidayat.
Immigration Lounge Jakarta Utara tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Jenderal Pol. (Purn.) Agus Andrianto, yang hadir bersama jajaran pejabat tinggi kementerian serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara.
Dalam sambutannya, Menteri Agus Andrianto mengatakan bahwa Immigration Lounge PIK Avenue merupakan lounge keimigrasian ke-10 secara nasional dan menjadi yang pertama diresmikan pada tahun 2026. “Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat. Layanan harus mudah diakses, cepat, nyaman, dan tetap berkualitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kehadiran Immigration Lounge di pusat perbelanjaan seperti PIK Avenue dipilih karena lokasinya strategis dan dekat dengan aktivitas masyarakat. “PIK saat ini bukan hanya kawasan hunian dan bisnis, tetapi juga kawasan wisata. Kehadiran Immigration Lounge di sini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Immigration Lounge PIK Avenue dibentuk oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara sebagai inovasi layanan keimigrasian, mengacu pada pedoman Direktorat Jenderal Imigrasi. Layanan ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen keimigrasian tanpa harus datang ke kantor imigrasi reguler.
Saat ini, Immigration Lounge PIK Avenue didukung oleh lima booth layanan, terdiri dari empat booth wawancara dan biometrik paspor Warga Negara Indonesia serta satu booth pelayanan Warga Negara Asing. Pelayanan dijalankan oleh 10 petugas dengan kuota 30 layanan percepatan paspor, 10 layanan prioritas bagi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas dan balita, serta 10 layanan WNA.
Dengan beroperasinya Immigration Lounge ini, Pemerintah berharap kualitas pelayanan keimigrasian di Jakarta Utara semakin meningkat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan publik yang cepat, modern, dan ramah.
“Dengan dibukanya Immigration Lounge ini, masyarakat Jakarta Utara kini memiliki alternatif layanan keimigrasian yang lebih mudah dijangkau, nyaman, dan efisien,” ujar Hendra Hidayat.
Immigration Lounge Jakarta Utara tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Jenderal Pol. (Purn.) Agus Andrianto, yang hadir bersama jajaran pejabat tinggi kementerian serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara.
Dalam sambutannya, Menteri Agus Andrianto mengatakan bahwa Immigration Lounge PIK Avenue merupakan lounge keimigrasian ke-10 secara nasional dan menjadi yang pertama diresmikan pada tahun 2026. “Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat. Layanan harus mudah diakses, cepat, nyaman, dan tetap berkualitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kehadiran Immigration Lounge di pusat perbelanjaan seperti PIK Avenue dipilih karena lokasinya strategis dan dekat dengan aktivitas masyarakat. “PIK saat ini bukan hanya kawasan hunian dan bisnis, tetapi juga kawasan wisata. Kehadiran Immigration Lounge di sini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Immigration Lounge PIK Avenue dibentuk oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara sebagai inovasi layanan keimigrasian, mengacu pada pedoman Direktorat Jenderal Imigrasi. Layanan ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen keimigrasian tanpa harus datang ke kantor imigrasi reguler.
Saat ini, Immigration Lounge PIK Avenue didukung oleh lima booth layanan, terdiri dari empat booth wawancara dan biometrik paspor Warga Negara Indonesia serta satu booth pelayanan Warga Negara Asing. Pelayanan dijalankan oleh 10 petugas dengan kuota 30 layanan percepatan paspor, 10 layanan prioritas bagi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas dan balita, serta 10 layanan WNA.
Dengan beroperasinya Immigration Lounge ini, Pemerintah berharap kualitas pelayanan keimigrasian di Jakarta Utara semakin meningkat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan publik yang cepat, modern, dan ramah.
Berita Lainnya
pendidikan
ASN DKI WFH Setiap Jumat Mulai April 2026, Ini Penjelasan Pr...
lainnya
Wagub Rano Karno Dorong Penguatan Teknologi Bank Jakarta Men...
lainnya
PWI Jaya Matangkan Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin 2026, S...
sosial
Ketum PWI Pusat Hadiri Buka Bersama dan Pemberian Santunan d...
lainnya
Sosial Ramadan, PWI Jaya Salurkan Santunan bagi Yatim Piatu...
pendidikan